Archive for July 2nd, 2010

Karakteristik kenapa hati ini jatuh pada Infoscape

July 2, 2010 - 1:14 pm No Comments
Postingan kali ini berkaitan dengan postingan sebelumnya yang berjudul “Intel Infoscape HD Walls”. Tapi pada postingan kali ini saya akan menjelaskan kenapa saya memilih interface dari Infoscape untuk dibahas? Karakterisik apa saja yang saya gunakan sehingga saya menetapkan untuk mengangkat mengenai hal itu?

Seperti yang terlihat infoscape adalah layar yang sangat besar yang bisa disentuh dan digeser, berisi mengenai segala macam info, cukup dengan menyentuh layarnya secara langsung. Yang menarik lagi bukan hanya satu orang saja yang bisa menyentuh layar ini, dalam arti kita tidak harus mengantri untuk menyentuhnya demi mengetahui segala info yang ada didalamnya. Semua orang dengan waktu bersamaan dapat mengetahui info yang ada pada infoscape.

Dari sedikit deskripsi di atas mungkin akan mengingatkan anda kembali mengenai infoscape. Langsung saja pada karakteristik apa saja yang saya pakai ketika memutuskan untuk mengangkat tentang infoscape untuk dijadikan bahasan:

1. Dari segi design dari infoscape sendiri.
Yaitu layar sentuhnya yang berukuran besar yang sangat menarik perhatian semua orang yang melihat, termasuk saya sendiri (padahal cuma melihat lewat layar laptop yang sedang tersambung pada internet), tidak bisa membayangkan jika melihat langsung. Dengan kata lain jatuh cinta pada pandangan pertama. Dirancang secara simple berbentuk kotak dimana setiap sisi tegaknya (dindingnya) itu adalah layar yang bisa digunakan sesuai dengan fungsi infoscape sendiri. Sederhana dan tetap menonjolkan teknologi yang digunakan, tanpa mempengaruhi pengguna dengan hal-hal atau design yang tidak penting yang hanya mempengaruhi tujuan awal dari penggunaan infoscape.

2. Dari segi fungsi yang ditawarkan.
Seperti yang sudah dijelaskan infoscape menawarkan bagi penggunanya berbagai informasi hanya dengan sekali sentuh. Berbagai informasi dapat diperoleh oleh beberapa pengguna dalam waktu yang bersamaan dan beberapa informasi sekaligus. Tersedia 20,000 content sources berbeda dan lebih dari 20 live feeds dari global news sources and networks.

3. Dari segi teknologi yang digunakan.
Intel dalam membuat infoscape ini menggunakan single all new 2010 Core i7 processor w/ Intel Hyper-Threading technology and Intel HD graphics. Bergerak dengan kecepatan luar biasa dan gerakan halus.

4. Dari segi ide yang dikembangkan.
Tidak mau kalah dan ketinggalan trend yaitu segala sesuatu telah menjadi mudah hanya dengan sekali sentuh, intel pun mengeluarkan infoscape. Ide yang dikembangkan sangat luar biasa, karena sekarang semua orang ingin kemudahan apalagi dalam hal pemenuhan kebutuhan akan informasi. Dan intel pun mewujudkan kemudahan itu dengan infoscape, orang dapat dengan mudah memperoleh berbagai macam informasi, tidak perlu menghabiskan banyak waktu, dapat melihat banyak informasi dalam waktu yang bersamaan juga, hal ini tentunya akan menyingkat penggunaan waktu pemakainya.

5. Dari segi device yang digunakan.
Spesifikasi device yang digunakan yaitu layar touchscreen yang berukuran 9×9 kaki and mempunyai 1920 x 1920 resolution. Sungguh mengagumkan, serasa mengintip ke masa depan, tampaknya sangat mirip layar komputer dalam film Minority Report. Sungguh mengagumkan semua yang melihatnya.

Intel Infoscape HD Walls

July 2, 2010 - 1:13 pm No Comments

Dari gambar di atas terlihat hanya seperti dinding biasa yang ditempeli foto-foto semata, lalu dikasih lampu agar kelihatan hidup, yah kayak papan iklan gitu deh. Tapi lihat kembali teman-teman, itu bukan dinding biasa, itu adalah dinding yang bisa kita sentuh dan seret, teknologi yang dibuat oleh intel.

Mantap banget euy. Itu kata pertama yang terucap ketika melihat kubus buatan Intel yang dapat disentuh ini. Ketika disentuh maka detailnya akan muncul, kita akan dapat melihat lebih dalam informasi pada setiap link. Dinding yang besar ini tidak hanya bisa disentuh oleh satu orang saja tapi puluhan pengguna pun bisa secara bersamaan menyentuh kotak ini untuk mengetahui detail informasi setiap link.

Spesikasi yang diberikan Intel’s Inside:

  • Dua – 7×7 – 1920×1920 resultion
  • Double-HD
  • Double-touch touch screen glass wall. Setiap dinding ini didukung oleh single all new 2010 Core i7 processor w/ Intel Hyper-Threading technology and Intel HD graphics

Intel Infoscape HD Walls dapat me-render 576 live links of information, mengambil 20,000 content sources berbeda dan lebih dari 20 live feeds dari global news sources and networks. seperti Flickr, Twitter, YouTube and intel.com.

Pembuatan Intel Infoscape HD Walls ini adalah sebagai salah satu upaya untuk pamer kekuatan prosesor Intel i7, tapi tidak disangka demo yang dibangun oleh insinyur Elie Jamaa berubah menjadi hit besar di booth Intel. Keren banget padahal tadinya cuma buat demo doang, eh malah jadi menarik banyak orang.

Untuk lebih jelas dapat dilihat pada video di bawah ini

Day 4 – Pencerahan

July 2, 2010 - 1:11 pm No Comments
Tidak seperti hari biasanya, hari ini gw dan Rani bangun cepat, tapi setelah bangun kami shalat subuh dan langsung membuka laptop, keasyikan bermain laptop tanpa sadar jam sudah menunjukkan pukul 7.15 dan kami belum bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Sehingga hari ini kami nyaris telat.

Di kantor seperti biasanya kami memulai aktifitas, hari ini kami kedatangan teman baru yang juga PKL di MEPPO kebetulan dia juga akan mengkaji mengenai stereolithography namun dari segi hardwarenya karena jurusannya adalah teknik mesin.

Pencerahan

Siang ini gw dan chawang bertemu dengan supervisor kami Pak Sanny. Akhirnya setelah berbincang-bincang kami sedikit memperoleh pencerahan mengenai tugas yang akan kami lakukan. Kami harus membuat algoritma yang seoptimal mungkin untuk mencari laser trajectory, kami harus terlebih dahulu mencari facet yang dilewati oleh setiap bidang potong z, dan juga mencari titik potong untuk setiap layer pada setiap segitiga/facet yang ada di permukaan benda (segitiga yang diperoleh dari STL). Pencarian facet dan titik potong ini lah yang menjadi masalah karena dalam proses pencariannya terdapat berbagai macam kendala yang paling utama adalah waktu untuk running programnya. Nah ini lah tugas gw dan chawang, yaitu mencari algoritma yang paling optimal agar program ini dapat berjalan dengan cepat.

Tugas pertama kami adalah

  1. Mendesign database untuk penyimpanan data-data, seperti segitiga apa aja yang ada dalam suatu bidang, vertek-vertek yang membentuk segitiga, dan titik potong segitiga dengan bidang z. Format database yang digunakan boleh apa saja asal mempermudah nantinya
  2. Membuat flowchart awal dari algoritma yang akan dikembangkan.

Begitulah perkiraan awal tugas yang harus kami selesaikan, gk kerasa jam sudah menunjukkan pukul 4 pm, dan sudah waktunya pulang. sebelum pulang kami sempat foto2 terlebih dahulu. Berikut adalah wajah-wajah mahasiswa PKL yang baru saja bertemu dengan supervisor masing-masing.

Setelah siap-siap pulang tak lupa kami shalat terlebih dahulu. Sesampai di mess ternyata mbak Ri*a teman satu mess kami belum pulang, dan berhubung kami belum mempunyai kunci mess tersebut makanya kami terpaksa menunggu di luar sampai mbak Ri*a pulang, untung tidak terlalu lama. Sore itu gw sangat kelelahan, sampai di kamar langsung membaringkan badan dan beberapa saat kemudian langsung tertidur. Ketika bangun gw juga melihat Rani ikutan tidur. hehe, sepertinya hari ini adalah hari yang sangat melelahkan. Tapi seru karena mendapatkan pencerahan mengenai tugas yang akan dilakukan.
Semangat selalu buat kita semua.

Day 3 – Mentidakjelaskan Diri

July 2, 2010 - 1:10 pm No Comments
30 juni 2010

Pagi yang dingin seperti biasa. Males mandi padahal udah mulai siang dan harus berangkat ke kantor jam 8 kurang agar tidak telat. Di mess yang sudah 2 hari ini cuma ada aku, Rani, dan mbak Ri*a, sekarang bertambah satu lagi yaitu mbak Re*a yang dari awal memang tinggal di mess juga dan berhubung kabarnya dia sakit jadi untuk sementara waktu gk di mess, tapi sekarang sepertinya sudah sembuh. Senang di mess sudah banyak orang, ditambah sekarang adanya kehadiran sebuah TV di ruang tamu yang ternyata sebelumnya diletakkan di kamar mbak Re*a agar aman. Asyik, jadi kalau bosen bisa nonton tv deh.

Di kantor hari ini benar-benar gk jelas, cuma membaca paper, ngenet cari-cari bahan mengenai stereolithography, kadang-kadang buka fb dan OL ym. Padahal hari ini sangat berharap bisa ketemu supervisor untuk membicarakan lebih lanjut mengenai tugas yang akan kami kerjakan, tapi sepertinya pak Sanny sedang sibuk sampai-sampai dia lupa kalau hari ini janji bertemu dengan kami. Agar tidak capek cuma membaca dan membaca, gw coba cari video mengenai STL, sangat mengesankan. Tapi sungguh ini benar-benar buat anak mesin, dari paper yang diberikan kepada kami saja tertulis bahwa paper tersebut adalah paper teknik mesin.

Oleh karena itu kami sangat berharap untuk dapat bertemu langsung dengan supervisor, agar menerangkan bagian mana yang sekiranya dapat kami kerjakan sebagai seorang anak ilkom. Asumsi awalnya adalah kami harus membuat semua langkah-langkah tersebut sampai kami memperoleh file G-Code, dari file G-Code itulah mesin-mesin itu dapat berjalan.

Pulang dari kantor kami kembali ke mess dan malam itu gw dan Rani seperti malam sebelumnya yaitu mentidakjelaskan diri. Gw paling tidur. Terlelap tanpa rasa bersalah, karena belum ada beban tugas sehingga bawaannya tidur mulu. Semoga besok lebih baik lagi.

Day 2 – Kopi Pahit, Jalan Gelap

July 2, 2010 - 1:10 pm No Comments

Postingan kali ini gw mau melanjutkan postingan sebelumnya mengenai pengalaman PKL gw di MEPPO BPPT. Pagi ini gw dan Rani dijemput di Mess untuk pergi ke kantor. Seperti hari sebelumnya, kami harus bonceng 3 untuk pergi ke kantor, karena jika jalan kaki sepertinya tidak memungkinkan, karena jarak dari Mess ke kantor memang cukup jauh.

Hari ini gw di kantor tetap melanjutkan membaca jurnal/ paper yang kemarin diberi oleh Pak Do*o, salah satu supervisor kami. Sebenarnya kurang begitu semangat sampai akhirnya supervisor gw yang sesungguhnya datang. Dia bertanya sudah tahu tentang apa saja mengenai Stereolithography, berhubung kami baru membaca jurnal tersebut dan belum tamat, kami disuruh untuk melanjutkan membaca dan memahami, terutama fokus pada algoritma yang ada pada paper tersebut. Dan kami pun diberi waktu untuk membaca paper tersebut dan memahaminya selama sehari. Pak Sanny pun berkata, “Besok kita ketemu lagi.

Seharian itu sungguh membosankan, sudah seperti kuliah dimana harus belajar, membaca paper, dan lain sebagainya. Perut pun tak bisa dibohongi bahwa dia laper dan memang tadi pagi kami tidak sempat untuk sarapan. Ketika waktu makan siang kira-kira kira-kira 30menit lagi, datang seorang bapak-bapak yang sangat baik yang bertanya nanti makan siangnya bagaimana, kalau mau ayo kita bareng-bareng saja pergi makan siangnya, memang di sini sedikit susah untuk memcari makan karena harus keluar lingkungan kantor dahulu.

Tepat jam 12, kami pun berangkat untuk makan siang, perkiraan awal adalah tempat makannya ada di belakang gedung kantor, dan bisa ditempuh hanya dengan jalan kaki, ternyata memang di belakang kantor tapi dibatesin ama tembok dulu dan untuk mencapai tempat makan kami harus muter dulu lumayan jauh. Ckckck. Sedikit ambigu memang kata “di belakang” yang digunakan oleh bapak itu. Masalah selanjutnya adalah kami berempat sedangkan motor cuma satu, gimana caranya untuk sampai ke tempat makannya. Ini dia kebaikan si bapak lagi, si bapak berusaha mencarikan motor pinjeman ke teman sesama karyawan di MEPPO dan alhamdulillah dapet. Senang sekali kami hari ini, dapat pengetahuan baru mengenai tempat makan dan tentu saja kenal bapak yang baik hati itu. ^^, makasih bapak.

Setelah makan dengan kenyangnya, kami pun kembali ke kegiatan awal, yaitu ngantor. Beberapa menit setelah jam istirahat, gw yang kerja sambil mengaktifkan ym (cm mengaktifkan saja, tapi gk chat ko waktu itu) tiba-tiba kaget mendapat sebuah “buzz” dari seseorang, dan ternyata adalah Chawang yang sedang dilanda kantuk, yang berusaha mengajak untuk bikin kopi, ide bagus juga itu. Tapi ketika gw bilang yuk, eh malah gk mau, maksudnya mau gw yang pergi ambilin gitu chaw? heuheu. Akhirnya gw pergi bersam Rani ke pantri untuk membuat sebuah kopi. Ketika bertanya ke mbak OB,

Laras: “Mbak kita boleh bikin kopi gk?”

Mbak OB: “Ah?” (sedikit cengo), “ow boleh” (sambil mengambil sesuatu dari sebuah box) “ini” (sambil memberikan sebuah kotak)

Laras: (sedikit kaget, karena kopi yang disodorkan adalah kopi item, yang rasanya pahit bgt, yang bokap gw doyan sekali kopi yang begituan, dan gw tau bgt kl kopi kyk gtu pahit bgt) “mbak ada kopi susu gk?”

Mbak OB: “gk ada tuh mbak.”

Laras: “yah gk ada ya, ya udah deh gpp ini aja” (sambil mikir, gw harus menambahkan banyak gula kl menggunakan kopi ini, kl gk bisa pahit bgt)

Sampai di kantor lagi, Yanta si sotoy menertawakan gw mbak OB. Sial. Tapi gpp, nambah pengalaman dan pengetahuan kalo di kantor gw kopinya pahit.

Pulang dari kantor, gw dan Rani pulang ke mess, selesai mandi, shalat, semua yg bisa dilakukan selesai dan Rani sedikit melakukan curhat, heheu, sabar ya Ran, kami pun mulai gk jelas dan bingung mau melakukan apa. Akhirnya Rani mengajak ke kostan Yanta dan Chawang untuk belajar PHP. Gw pun menyetujui daripada gk jelas di mess. Sampai d kostan mereka, ternyata Yanta pulang ke Bogor untuk mengurus beasiswa, cuma ada Chawang yang sedang chatting dengan “seseorang” di kamar itu. Dan kami pun mulai belajar PHP, sambil ngemil makanan yang kami bawa.

Sekitar 1jam lewat beberapa menit kami belajar, datanglah sesosok ibu kostan,

Ibu Kost: “dek, maaf ya, peraturan di sini cewek dilarang masuk, apalagi sekarang malam. Tadi ibu sempat kaget juga, ko seperti mendengar suara cewek”

Kami: “ow, gtu ya bu, kami lagi belajar bareng, tapi gk tau kl peraturan di sini seperti itu, maaf bu.” (Kami semua jadi gk enak, Chawang jadi gk enakan juga kepada kami, karena dia juga gk tau kl gk boleh ada cewek)

Akhirnya gw dan Rani pun pulang, Chawang mengantarkan ke depan dan menunjukkan jalan pintas ke Mess kami. Tapi itu jalan pintas serem bgt, gelap bgt. Untung aja gk nyasar, soalnya gk terlihat apa-apa disekelilingnya. Sampai di kostan kami pun shalat dan langsung tidur.

Day 1 – Mess Horror

July 2, 2010 - 1:09 pm No Comments


Gak kerasa semester 6 udah terlewatkan begitu saja. Dan seperti yang sudah dijadwalkan bahwa ketika libur semester 6 maka mahasiswa ilmu komputer harus melaksanakan praktik kerja lapang (PKL). Tulisan gw beberapa hari ke depan (tepatnya 1,5 bulan ke depan) akan menceritakan pengalaman gw saat PKL. Walaupun agak telat untuk posting pengalaman hari pertama PKL, karena hari pertama PKL gw jatuh pada tanggal 28 juni 2010, telat 3 hari tentunya.

Langsung saja ke intinya, hari pertama PKL gw mulai dengan bangun pagi karena mesti berangkat subuh. Hari pertama gw ama Rani (salah satu teman sekelompok PKL dan juga teman sekamar gw selama PKL) harus berangkat dari rumah masing-masing (kalau gw dari kostan di Dramaga) karena sehari sebelumnya kami belum bisa menempati Mess berhubung belum disiapkan, padahal sehari sebelumnya itu kami udah membawa barang-barang untuk menginap seminggu. Hasilnya kita mesti menitipkan barang-barang kami ke kostan Chawang dan Yanta (salah dua teman sekelompok PKL gw) yang kebetulan sudah mendapatkan kostan untuk tempat tinggal selama PKL, daripada dibawa pulang lagi toh.

Perjalanan ke tempat PKL

Pagi itu gw m Rani naik bis menuju Tanggerang, kami janjian di pertigaan Yasmin. Perjalanan menuju tempat PKL kami cukup jauh, dan bis menuju ke sana cukup banyak penumpang apalagi ketika di Parung kami mesti pindah bis untuk melanjutkan ke Serpong (daerah tempat kami PKL). Di perjalanan ke sana pun kami sempat terkena macet, beruntung dapat sampai tepat pada waktunya.

MEPPO BPPT

Sedikit memperkenalkan, tempat PKL gw bernama MEPPO BPPT tepatnya terdapat di dalam PUSPITEK yang terletak di daerah Serpong Tanggerang. Hari pertama kerja kami datang tepat pada waktunya yaitu 8 am. Ketika sampai di sana kami sedikit bingung mau melakukan apa, yup kami menuggu saja, sampai pada akhirnya sang Direktur MEPPO datang dan mengantarkan ke ruang tempat kerja kami selama PKL ini. Setelah itu kami diajak keliling-keliling kantor oleh sang Direktur, di perkenalkan dengan karyawan kantor dan diperlihatkan semua ruang-ruang yang ada di MEPPO, semua karyawan sangat sopan kepada kami, berhubung kami kami diperkenalkan langsung oleh Direktur MEPPO yang bernama Pak Pur (lengkapnya lupa kl gk salah PURWOADI, hehe). Kami juga diperlihatkan alat-alat yang berhubungan dengan bidang kajian yang akan kami kerjakan di sana.

Setelah itu kami ditanyai mengenai pembagian kerja, kami mempunyai dua kajian yaitu Stereolithography dan database inventory. Setelah berdiskusi akhirnya kita memutuskan pembagian kajiannya seperti berikut:
1. Stereolithography –> dikerjakan oleh gw (Laras Mutiara Diva) dan Chandra Wangsa S
2. Database inventory –> dikerjakan oleh Alfian Prayanta dan Rani Dwijayanti

Hari itu kami diberi penjelasan mengenai bidang kajian masing-masing. Tapi sayang sekali, untuk pembimbing mengenai Stereolithography Pak Sanny sedang ada keperluan, jadi kami belum dapat bertemu dengan beliau. Tapi Pak Sanny digantikan oleh bapak-bapak yang lainnya. Mereka memberi gambaran mengenai STL dan memberi sebuah paper imba untuk dibaca. Seharian itu gw sibuk menjadi anak baik yang membaca paper itu dengan sangat lambat dan mencoba memahaminya.

Kesimpulan yang gw dapatkan adalah:

Dari bentuk-bentuk / model kontur dan prismatic dibentuk STL nya yang berupa segitiga, dari itu dicari algoritma untuk laser trajectory nya (jalan gerakan/ lintasan laser dan titik kooordinat penentu laser trajectory) untuk membuat rapid prototyping (produk fabrikasinya yang dibentuk per layer dengan laser trajectory) dan juga dicari G-Code dari STL tersebut untuk memprogram mesinnya.

Pulang kerja

Mbak-mbak teman sekantor ajakin pulang bareng, karena dia tahu bahwa gw m Rani mau nginep di mess, karena malam ini dia nggak nginep di mess jadi mau kasih tau letak messnya. Namun di luar kantor si mbak malah menyuruh temennya untuk mengantarkan kita, diperjalanan dia malah curhat ttg teman se-Mess gw n Rani yang katanya AGAK jutek, jadi hati-hati aja kalo gk betah ya ngekost ajah, hehe, “dicoba dulu ya mas.” Sampe di Mess, keliatan horror tapi emg horror tuh mess ketika pertama kali dilihat. Mana ada lampu kelap kelip lagi di belakang Mess nya. Tambah seram aja. Lalu melihat kamar yang akan kita tempati, duh joroknya gk tahan. Belum diberesin ternyata, mana lampunya mati, lotengnya bolong satu petakan, suram sekali. hiks2. Untung Yanta, Chawang, dan bonyok Rani dateng memberi sedikit pencerahan, pasang lampu, bersih2, dan tidak lupa membawa makanan. Setelah itu berakhirlah kegiatan hari ini. Kami pun tidur dengan tenang. Alhamdulillah…